SIMULASI PENANGGULANGAN DARURAT BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Palangka Raya-Badan  Nasional Penanggulangan Bencana melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat Penanggulangan Bencana) berusaha untuk meningkatkan kapasitas seluruh komponen yang terlibat dalam penanggulangan bencana, mencakup unsur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Berbagai simulasi telah diselenggarakan untuk peningkatan kapasitas di bidang  penanggulangan bencana. Simulasi di tingkat ahli, teknisi/analis dan operator yang diselenggarakan Pusdiklat PB BNPB menggunakan prinsip berjenjang, bertingkat dan berlanjut dengan menggunakan berbagai macam metode, diantaranya pembelajaran kelas, lapangan, simulasi dan gladi.

Berkaitan dengan simulasi yang diselenggarakan dengan metode simulasi dan gladi, Pusdiklat PB BNPB mempunyai 3 jenis simulasi, berupa gladi ruang, gladi posko dan gladi lapang. Dalam penyelenggaraan gladi tersebut diperlukan adanya skenario untuk menunjang simulasi penanggulangan bencana seperti saat terjadi bencana yang sebenarnya. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang untuk membuat scenario dan perencanaan simulasi penanganan darurat bencana. Skenario Simulasi Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah ini akan menggunakan peta skenario dampak yang mengambil lokasi se-nyatamungkin dan  materi simulasi akan dimainkan adalah padatahap awal bencana atau chaotic period dengan peserta adalah para pimpinan SKPD terkait penanggulangan bencana di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan demikian, simulasi ini dapat menjadi ajang untuk menjembatani antara konsep dan praktik penanggulangan bencana. Simulasi ini akan menjadi semacam experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman. Harapan simulasi ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pusdiklat PB BNPB maupun BPB-PK, setidaknya minimal 6 bulan sekali bisa diselenggarakan.

Dalam proses simulasi, sangat berharap peserta dapat saling berbagi pengalaman menangani bencana, merefleksikan pengalaman itu, serta bersama-sama menarik berbagai pembelajaran melaluinya. Pada akhirnya, pembelajaran tersebut dapat menjadi bekal untuk memperkuat kesiapsiagaan dan operasi tanggap darurat di masa mendatang. Kita tidak ingin bencana kembali terjadi dan menelan banyak korban dan kerugian. Kita ingin menjadi lebih siap dan mampu mencegah jatuhnya korban dan menekan kerugian di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan social dengan komitmen yang kuat dari para peserta juga sangat diharapkan. Mari kita bersama-sama terus meningkatkan kapasitas kita dalam menangani bencana di Tanah Air. Hanya dengan begitu, kita akan lebih mampu menolong rakyat kita agar menjadi semakin tangguh terhadap bencana. SALAM TANGGUH DAN SALAM KEMANUSIAAN@dew

0 komentar :

Tinggalkan komentar: