Kesadaran Masyarakat Pemilik Lahan dan Kebun

Palangka Raya-Penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, yang dikoordinir oleh  pemerintah daerah dengan melibatkan peran serta masyarakat terus diupayakan, dengan melakukan pendekatan sosialisasi dan edukasi secara langsung ke masyarakat untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah kejadian kebakaran hutan dan lahan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan dampak kebakaran hutan dan lahan seperti pemanfaatan lahan gambut khususnya untuk kebun tanaman budidaya buah-buahan dan sayur-mayur merupakan alternatif penyelesaian masalah, lahan gambut yang secara teknis dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.

 

 

Hari ini Minggu,12/9/2020, Tim Informasi dan Publikasi menjumpai Tokoh masyarakat di Desa Tanjung Taruna Kelurahan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau yang juga sebagai Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), Nurdin 55 Tahun, mengatakan, ”Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang masyarakat Desa Tanjung Taruna lakukan adalah melakukan pencegahan dini. Kami menghimbau kepada warga  pencari  ikan, yang datang melakukan aktivitas memancing ke daerah sini  agar lebih waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan, misalnya dengan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan,  tidak membuat tumpukan api atau membiarkan begitu saja setelah selesai aktivitas memancing dan apapun aktivitas yang berhubungan dengan api” Ucapnya kepada Tim Informasi Publik.

 

“Hal ini kami lakukan untuk menjaga Desa kami agar kejadian seperti tahun 2015 tidak terulang lagi, dimana pada tahun itu, di daerah Desa Tanjung Taruna mengalami kebakaran lahan yang cukup luas  dan yang merasakan dampak akibat secara langsung adalah kami masyarakat yang ada di sekitar sini. Setiap warga dari luar yang datang kesini, yang bukan penduduk asal Desa ini, pasti kami tanyakan keperluannya apa dan kami himbau agar berhati-hati dan lebih waspada kebakaran hutan dan lahan. Warga kami yang berasal dari daerah sini, kami kenal dengan baik dan kami pastikan untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara di bakar,  pada umumnya warga disini bermata pencahrian sebagai pencari ikan” ucapnya lagi.

 

Di lokasi yang berbeda, saat ditemui di kebun buahnya, Kori 50 Tahun, “Saya bekerja sebagai pelaku usaha kebun Jambu Kristal, dalam membersihkan lahan kebun Jambu Kristal saya, saya sangat berhati-hati menjaga agar jangan sampai ada api, baik dari kiri kanan muka belakang lahan saya ini. Kami warga sekitar Desa Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya pada umumnya adalah petani berkebun sayur-mayur dan buah-buahan saling mengingatkan satu dan lainnya untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara di bakar. Untuk mengolah tanah agar tetap subur, rata-rata kami beri pupuk kandang dan pupuk olahan pabrik. Dari ranting-ranting dari sampah kebun cuma ditumpuk sebagai pupuk, tetapi tidak di bakar. Kalaupun terjadi kebakaran lahan disekitar lahan ini, sudah tersedia air sumur yang cukup untuk kami lakukan pemadaman sebagai upaya pencegahan”, ucapnya.

 

“Kepada kami kelompok tani yang ada, sering di lakukan sosialisasi dari Dinas Perkebunan agar dalam mengelola lahan kebun buah dan sayur-mayur untuk tidak dilakukan pembakaran”, ucapnya.Sumber:MMCKalteng 

0 komentar :

Tinggalkan komentar: