Bencana Covid-19, Karhutla dan Banjir

Palangka Raya - Berdasarkan hasil Kajian Resiko Bencana (KRB) di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 (Periode 2016-2020), Kajian yang dilaksanakan menghasilkan 9 (Sembilan) jenis ancaman bencana di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yaitu bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, epidemi dan wabah penyakit, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, dan tanah longsor, dan mungkin masih terdapat jenis bencana lain di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang belum dikaji. Dengan seringnya terjadi bencana akan menyebabkan korban dan kerugian yang besar serta dampak yang berkepanjangan, sehingga suatu perencanaan pencegahan bencana diperlukan untuk meminimalisasi jumlah korban maupun kerugian yang diakibatkan oleh bencana.

Selain usaha pencegahan, diperlukan usaha peningkatan kemampuan penanggulangan pada saat bencana dan pasca bencana, yang secara spesifik diperuntukkan untuk menangani kondisi kritis. Kondisi alam di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini cukup rawan bencana disebabkan semakin banyaknya kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan dan pertambangan membuat daerah resapan air semakin berkurang yang semakin diperparah oleh kebiasaan penebangan hutan secara liar yang masih belum hilang dan tidak bisa diabaikan begitu saja, beberapa tahun terakhir ini dapat kita rasakan bagaimana kejadian bencana yang melanda wilayah Kalimantan Tengah, contohnya : pada musim kemarau kita mengalami kekeringan dan dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak bencana kabut asap.

Wakil Komandan Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana (Satgas PDB) Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020 H. Darliansjah mengatakan, ”Sampai saat ini ada 9 Kabupaten dan 1 Kota yang sudah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, yaitu  Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Selatan,” ucapnya, Selasa (15/9/2020).

“Selain menghadapi Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19 dan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, pada saat ini kita juga menghadapi bencana banjir yang sedang melanda di beberapa Desa dan Kecamatan di Wilayah Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Bencana  banjir yang terjadi ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga pada wilayah Kabupaten yang lain, sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi dengan menetapkan Status Tanggap Darurat Banjir sejak 11 September hingga 26 September 2020 nanti,” imbuhnya. 

“Informasi yang di himpun, terputusnya akses jalan darat untuk menuju lokasi banjir sehingga ditempuh menggunakan jalur sungai agar penyaluran bantuan cepat sampai ke warga yang terdampak banjir. Jika memungkinkan untuk mempermudah cepatnya penyaluran bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil alternatif untuk menggunakan jalur udara untuk membawa bantuan untuk warga yang terdampak banjir, bila jalur darat dan sungai sudah tidak memungkinkan,” ucapnya lagi. Sumber:MMCKalteng

0 komentar :

Tinggalkan komentar: