Mengolah Tanah Gambut Menjadi Subur Tanpa Dibakar

Palangka Raya-Salah satu cara pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan atau kebun. Memberdayakan lahan yang sudah ada untuk ditanami dan budidaya berbagai jenis buah-buahan dan sayur-mayur yang dapat menunjang ekonomi keluarga  merupakan alternatif penyelesaian masalah, lahan gambut yang secara teknis dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.

 

Kori 50 tahun, yang juga sebagai pelaku usaha kebun jambu kristal, “Dalam melakukan pengolahan lahan gambut milik saya tidak perlu dilakukan dengan cara dibakar”.

 

“Jika dilakukan dengan cara di bakar dapat merugikan, karena bisa menyebabkan penurunan permukaan air tanah  gambut dan mikro organisme yang hidup di dalam tanah bisa mati”.Ucapanya, Minggu 13/9/2020.

 

Dari kelompok tani, mereka juga mengembangkan beberapa sistem pertanian tanpa di bakar, seperti pembuatan pupuk bahan organik dengan melakukan pembusukan gulma lahan dan semak belukar dicampur dengan pupuk kandang diolah menjadi pupuk tanaman untuk menyuburkan tanaman jambu kristal yang bernilai ekonomi tentunya.

 

Pemilik kebun buah-buahan ada yang juga memiliki kolam ikan, mereka memelihara berbagai jenis ikan termasuk juga patin. Ikan yang dipeliharanya tidak hanya untuk di konsumsi tetapi juga untuk dijual. Dari limbah air kolam dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, digunakan untuk menyiram tanaman buah-buahan dan sayur mayur. Caranya adalah, air kolam yang sudah tercampur dengan limbah ikan tersebut kemudian disalurkan ke bak penampungan yang setiap saat dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman. Alhasil tanaman jambu kristal dan sayur mayur tumbuh subur dan dapat dipanen dengan nilai ekonomi tinggi.

 

Selain sayur mayur dan jenis holtikultura, saat ini kelompok tani Desa Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, mulai membudidayakan berbagai buah-buahan seperti Jambu Kristal, Buah Naga, Jeruk, Jambu Air, Mangga, Rambutan dan sayur mayur. Hasilnya cukup menggembirakan, tanaman buah-buahan dapat tumbuh subur di tanah gambut dan saking suburnya, saat ini menawarkan destinasi agrowisata, pembeli bisa langsung datang untuk memetik dan memilih secara langsung jenis buah-buahan dan sayur mayur yang mereka inginkan. Sumber:MMCKalteng

0 komentar :

Tinggalkan komentar: